Api Tak Kunjung Padam
Foto: Instagram/arizka_madani

Ada banyak legenda cinta di nusantara di balik situs bersejarah. Mulai dari kisah cinta Sangkuriang, Sitti Nurbaya hingga legenda cinta antara Bandung Bondowoso dan Roro Jongrang yang melatarbekangi dibangunnya Candi Prambanan. Legenda yang serupa juga terjadi di Pulau Madura. Situs bersejarah Api Tak Kunjung Padam menjadi bukti kisah cinta seorang penyebar agama Islam di sebuah desa di Pulau Madura.

Api Tak Kunjung Padam merupakan sebuah kawasan wisata di mana terdapat api abadi yang tidak pernah padam meski diguyur hujan lebat sekalipun. Situs bersejarah ini terletak di desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan.

Menurut cerita rakyat, keberadaan Api Tak Kunjung Padam berawal dari kisah seorang pemuda bernama Hadagi yang menyebarkan ajaran Islam di desa Larangan Tokol. Hadagi dikenal sebagai sosok yang berlimu dan sakti hingga ia dijuluki “Ki Moko” oleh warga. Suatu ketika Ki Moko ingin mempersunting seorang putri Palembang dengan mas kawin berupa mata ikan yang ia dapatkan di sungai Timur. Lalu peristiwa ajaib pun terjadi, mata ikan itu berubah menjadi mutiara.

Kemudian pesta pernikahan pun dilangsungkan, karena keadaan yang gelap, maka Ki Moko menancapkan tongkatnya ke tanah. Karena kesaktiannya, peristiwa ajaib pun kembali terjadi. Seketika itu muncullah api dari bekas tancapan tongkat Ki Moko. Titik api itulah yang hingga kini masih terus menyala dan dinamakan dengan Api Tak Kunjung Padam.

Versi cerita rakyat lain menyebutkan, semburan nyala api tersebut pertama kali ditemukan oleh Ki Moko dari sebuah sumber air belerang di dusun Jangkah.

Fenomena Api Abadi

Foto: Instagram/explorepamekasan

Fenomena api abadi  ini dikarenakan tanah di kawasan ini mengandung belerang yang kemudian bergesekan dengan O2. Di kawasan ini terdapat dua titik api abadi. Titik pertama disebut Apoy Lake (Api laki-laki) yang menjadi tujuan utama wisatawan. Titik kedua, Apoy Bine’ (Api wanita) berada tepat di dekat pintu masuk.

Nyala api tak kunjung padam berada di dalam lingkaran pagar. Jika tanah di sekitar titik api digali maka akan timbul nyala api yang besar berwarna biru seperti pada kompor gas. Karena keunikannya, banyak wisatawan berdatangan. Baik dari wisatawan pulau Madura maupun luar pulau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.