melek literasi

Dalam beberapa tahun terakhir, gerakan literasi di Indonesia tumbuh secara masif. Mulai dari ajakan membaca melalui media sosial maupun pustaka bergerak, di mana pegiat literasi turun langsung ke masyarakat dan memberikan buku bacaan. Gerakan ini pun tumbuh hampir di setiap daerah di Indonesia. Salah satunya komunitas literasi  An-Nur Community (ANC) asal kota Bangkalan, Madura.

Menyadari pentingnya literasi, sekelompok anak muda Bangkalan menggagas An-Nur Community pada Oktober 2017. Tujuannya untuk menumbuhkan budaya literasi di Bangkalan dan mewujudkan Bangkalan melek literasi.

Untuk mewujudkannya, ANC memiliki serangkaian agenda rutin seperti penerbitan bulletin setiap pekan sekali. Bulletin ini berisi dakwah islam dan tersebar di masjid desa Telang, Socah, dan Kamal. ANC juga rutin menggelar bedah buku, kajian & diskusi tentang agama, toleransi, dan keberagaman.

ANC juga mendirikan Taman Baca Masyarakat (TBM) yang diberi nama Gubuk Kutu Buku An-nur, serta sekolah pemberdayaan dengan tujuan membekali relawan-relawan ANC terkait wawasan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

“Literasi pun harus dimaknai lagi, bagaimana kemudian dengan membaca juga bisa membawa dampak sosial, bukan hanya membaca lalu berhenti dan tidak melakukan gerakan, tapi membaca adalah pintu awal sebuah gerakan.” ujar Ubay, CO-Founder, An-Nur Community.

Minggu Pagi di Stadion Gelora Bangkalan

melek literasi

Setiap minggu pagi relawan ANC bersiaga di Stadion Gelora Bangkalan. Tentu bukan untuk menonton laga Madura United melainkan menggelar lapak buku yang diperuntukkan bagi warga. Warga yang tengah olahraga atau sekadar menghabiskan waktu pagi di stadion dapat membaca buku secara gratis.

“Kita coba fasilitasi buku-buku bacaan untuk menggalakkan gerakan literasi tradisional untuk mengimbangi informasi-informasi instan di internet yang seringkali simpang siur dan kurang bisa dipertanggungjawabkan akurasi data dan sumbernya,” papar Ubay.

Ngabuburead Bersama ANC

Selain kegiatan rutin, dalam waktu dekat ANC akan mengadakan kegiatan Ngabuburead.  Ada beberapa agenda dan terbagi di indoor serta outdoor. Untuk indoor ada bedah buku muslim milenial, lalu dilanjutkan dengan seminar tentang literasi dan kepustakaan, serta buka bersama dengan seluruh peserta dan santri pondok. Sedangkan outdoornya buka lapak baca buku gratis, bazar buku murah, dan tebar takjil di jalan. Acara akan digelar di Pondok Pesantren Babussalam, kecamatan Socah, Bangkalan pada 27 mei 2018.

Melalui gerakan yang digagas, ANC berharap generasi muda tak kenal lelah menimba ilmu dan pengalaman, bergabung atau mendirikan komunitas dan organisasi, bergerak bersama secara kolektif kolegial untuk membawa perubahan.

“Saling bersinergi antar organisasi atau komunitas, pun dengan masyarakat. Para generasi muda, pegiat2 komunitas dan organisasi harus sering bersentuhan dengan daerah2 yang masih tertinggal, peka sosial, dan berusaha memberdayakan mereka sehingga terwujud bangkalan yang lebih baik,” pungkas Ubay.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.