Dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun terakhir, wajah pariwisata pulau Madura semakin berwarna. Tidak hanya menyajikan wisata alam yang jamak dikenali tetapi muncul destinasi wisata baru dan unik. Salah satunya objek wisata di kabupaten Pamekasan.

Bermunculannya objek wisata baru di Pamekasan ternyata tak lepas dari peran dan kerjasama antara masyarakat lokal dengan pemerintah daerah. Hal ini diungkapkan oleh Saiful Haq Ramli, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan kepada Narantau Madura.

“Masyarakat Pamekasan dalam dua atau tiga tahun terakhir ini mulai menggeliat. Masyarakat mulai sadar bahwa seni dan budaya itu sekarang memiliki nilai ekonomi, tidak semata-mata memiliki nilai cultural, tetapi sudah mengarah pada nilai ekonomi. Pemanfaatan potensi alamnya juga dikelola, dikembangkan sehingga memiliki nilai wisata, nilai eknomi bagi mereka sendiri.” paparnya.

Lebih lanjut, ia menyebut program yang ada saat ini datang tidak hanya dari atas (pemerintah daerah) tetapi dari sudah ada gerakan dari bawah (masyarakat). Pemda hanya tinggal memfasilitasi inisiatif masyarakat.

“Bahkan adanya warga kita di perantauan ikut mempromosikan dan mendorong warga kota besar untuk berwisata dan menikmati keindahan destinasi wisata yang ada di daerah. Hal ini sangat diharapkan, tanpa dorongan dan kerjasama dengan para perantau ini kurang efektif,” tambah Saiful.

Wisata Madura yang Saling Terintegrasi

Di tengah gencarnya promosi wisata alam dan budaya, Kabupaten Pamekasan terus berbenah. Pemda terus berupaya meningkatkan sarana dan pra-sarana wisata yang dapat menunjang kegiatan kepariwisataan di Pamekasan.

Hal ini juga diungkapkan Achmad Sjaifudin, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pamekasan. Menurutnya, saat ini pemda tengah mensinergikan antara berbagai program pembangunan pariwisata, seni dan budaya dengan penyediaan sarana dan prasarana pendukungnya. Di samping penyediaan kelengkapan, yang tidak kalah penting adalah akses jalan, air bersih yang saat ini menjadi tantangan tersendiri.

Ke depannya pun akan bersinergi dengan dinas terkait. Apalagi dalam dua tiga tahun terakhir ini sudah berdiri tiga hotel, homestay, dan rumah singgah sebagai salah satu bentuk pengembangan wisata Pamekasan.

Tidak hanya pembenahan sarana dan pra-sarana wisata, Saiful mengatakan dalam rangka pengembangan wisata Pamekasan, ia berharap wisata di tiga kabupaten di Madura juga saling terintegrasi.

“Tidak hanya menitikberatkan keunggulan dan kekhasaan satu daerah di Madura saja. Misalnya pariwisata Pamekasan saja tetapi seluruh wisata Madura sehingga terintegrasi nanti. Kalau berkunjung ke Bangkalan ya juga harus ke Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Tidak hanya satu kabupaten dari Madura saja, tetapi saling terintegrasi.” tandasnya.

Jika hal ini dapat terlaksana, nantinya akan bermuara pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Madura, tak terkecuali masyarakat Pamekasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.