Nasi bebek khas madura

Bukan lagi tesate atau sate madura, jika membicarakan kuliner khas Madura di Jakarta. Ada kacang ijo, nasi goreng, soto madura hingga yang lagi jadi demenan warga kota metropolitan, nasi bebek khas madura.

Carilah di setiap sudut kota Jakarta, maka kamu akan banyak menemukan rekomendasi warung nasi bebek khas Madura. Mulai dari yang dijual di pedagang kaki lima hingga restoran bintang lima.

Tetapi tahukah kamu, nasi bebek yang jadi demenan orang Jakarta berbeda dengan nasi bebek yang sedang hits di Pulau Madura sana. Bahkan ada beberapa daerah yang tidak familier dengan makanan ini.

Nasi Bebek Sinjay vs Nasi Bebek Bumbu Hitam (pelappa celleng)

Nasi bebek khas madura

Foto: Lifetimejourney.me

Belum ke Jakarta namanya kalau belum mencoba kerak telor. Maka jika kamu berkunjung ke Pulau Madura, khususnya ke kabupaten Bangkalan, belum lengkap rasanya kalau belum mencicipi nasi bebek Sinjay. Sejak hits beberapa tahun terakhir, warung nasi bebek Sinjay di Bangkalan, memang menjadi incaran wisatawan yang datang ke Pulau Madura. Saking hitsnya, kamu harus rela antre dan menunggu cukup lama untuk menikmatinya.

Bagi kamu yang belum pernah icip, jangan dibayangkan nasi bebek Sinjay sama dengan nasi bebek Khas Madura yang dijual di Jakarta. Nasi bebek Sinjay berupa bebek goreng yang disajikan dengan nasi putih, kremesan, dan sambal pencit, yaitu sambal mangga muda yang pedas.

Beda lagi dengan nasi bebek yang jadi demenan warga ibu kota. Nasi bebek yang satu ini memiliki kekhasan karena bumbu hitamnya atau dalam bahasa madura disebut pelappa celleng. Bumbu hitam yang khas dan pedas inilah yang melekat di lidah warga Jakarta.

Soal rasa, mana yang lebih enak, kembalikan kepada yang punya selera.

Hitsnya Nasi Bebek Mak Isa di Jakarta

Nasi bebek khas madura

Foto: Kucingdanrobot.blog

Jika di pulau Madura ada nasi bebek Sinjay, di Jakarta ada nasi bebek Mak Isa. Nasi bebek Mak Isa ini tentu menyajikan nasi bebek khas Madura dengan bumbu hitam dan pedasnya yang nampol-pooolll. Satu hal lain yang menarik dari nasi bebek Mak Isa adalah si penjual atau Mak Isa saat berjualan asarongan (mengenakan bawahan berupa kain batik khas Madura).

Nasi bebek Mak Isa hanyalah satu di antara sekian banyak warung nasi bebek yang menjamur di Jakarta.

Populer di Kota, Tidak Familier di Beberapa Daerah Madura

Nasi bebek khas madura

Foto: Inilah Aku

Kepopuleran nasi bebek khas Madura udah gak diragukan lagi. Para Perantau Madura yang dulunya banyak berdagang besi, sate, nasi goreng, kini juga ikut meramaikan usaha kuliner nasi bebek. Tak hanya di Ibu Kota tetapi hampir di setiap sudut kota yang lain, sajian ini ada.

Tetapi tahukah kamu, jika di beberapa daerah di Madura sajian ini tidak familier dan sepopuler kuliner khas lainnya, yang kerap jadi sajian wajib kala acara besar. Nasi bebek dibuat jika ada yang ingin menikmatinya. Warung-warung nasi bebek pun cukup sulit ditemui.

Di tempat tingal penulis, Desa Bujur, Kwanyar, Bangkalan, sajian ini biasanya dibuat saat lek mellek atau malam sebelum resepsi pengantin. Hal senada juga diungkapkan oleh teman dari Komunitas Narantau Madura.

“Kalau tradisi masak bebek ya sama untuk anak-anak cowoknya. Tapi itu gak ada kewajiban harus pas acara apa. Jadinya sesukanya gitu, gak khusus karena satu acara.” ujar Lulu RA, dari Desa Jangkar, Tanah Merah, Bangkalan.

Beda lagi dengan teman Narantau Madura yang dari Sumenep, Ramdans Muhammad. “Di rumah gw malah jarang hidangan bebek. Lebih sering gengan maronggi ben nasek orap (sayur daun marunggai dan nasi urap).” ujarnya.

Begitu pula yang diungkapkan Arighi dari Pamekasan. “Di rumah gue malah kagak ada.”

Nah, bagaimana kalau di daerah kalian, Narantau?

Penulis: Ifaikah, Perantau Madura dari kabupaten Bangkalan yang saat ini merantau dan berkarya di kota Jakarta.

Salam Narantau Madura