jakarta rasa madura
Penulis (berkerudung ungu) bersama perantau MAdura lainnya di TMII

Kamu orang Madura yang sedang merantau di daerah Jabodetabek? Dan sedang rindu pada kampung halaman? Tidak perlu khawatir, kamu bisa mengunjungi Anjungan Jawa Timur di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Disana kamu akan menemukan banyak hal yang akan membuat rindumu terhadap rumah akan sedikit berkurang. Apalagi kamu bisa berfoto di spot-spot yang sangat instagramable. Bagi kamu yang belum kesana, beberapa hal di bawah ini akan kamu temui saat berkunjung ke Anjungan Jatim TMII.

Sawo Jawa dan Berenuk/Maja

Saat pertama kali masuk kamu akan melihat tanaman yang bernama Sawo Jawa. Buahnya biasanya berbentuk bulat berwarna hijau dengan permukaan yang halus. Besar buahnya beragam, biasanya sebesar kepalan tangan. Daging buahnya berair dan berwarna putih susu dengan rasa yang sangat manis.

Selain sawo jawa ada satu tanaman yang juga biasa di jumpai di Madura, biasanya dijadikan tanaman pagar yaitu Berenuk/Maja. Tanaman ini juga memiliki buah berbentuk bulat berwarna hijau dengan permukaan yang licin, mengkilat dan keras. Bedanya, jika sawo jawa besarnya hanya sekepalan tangan, berenuk besarnya sama dengan jeruk bali. Jika sawo jawa rasanya manis, buah berenuk tidak bisa dimakan karena beracun.

Rumah Adat /Roma

Rumah adat Bangkalan

Terdapat tiga rumah adat Madura di Anjungan Jatim TMII yang bisa kita temui, yaitu rumah adat Bangkalan, rumah adat Sumenep, dan Rumah adat Pamekasan. Semua rumah adat ini terbuat dari kayu jati dilengkapi dengan ukiran-ukiran khas Madura.

Rumah adat Bangkalan dipenuhi ukiran-ukiran sederhana yang didominasi warna cokelat muda. Sementara rumah adat Sumenep di penuhi ukiran-ukiran yang lebih detail dan didominasi warna merah. Di rumah adat Bangkalan, kita akan menemukan meja marmer berbentuk bulat, serta beberapa bejana khas Madura yang terbuat dari kuningan.

Di dalam rumah adat Sumenep terdapat dua kamar yang masing-masing memiliki tempat tidur khas Madura yang dipenuhi dengan ukiran-ukiran yang sangat cantik. Sayangnya, untuk rumah adat Pamekasan tidak bisa di kunjungi secara leluasa, sebab di dekatnya terdapat warung makanan khas Jawa Timur.

Langgar/Musholla

Langgar atau musholla

Langgar/Musholla adalah bagian penting bagi masyarakat Madura yang notabene adalah masyarakat yang religius. Hampir semua rumah di Madura memiliki langgar sendiri. Langgar yang dibuat biasanya berbentuk panggung, selain dijadikan sebagai tempat ibadah, biasanya Langgar digunakan sebagai tempat berkumpul keluarga atau tempat menerima tamu.

Langgar yang terdapat di Anjungan Jatim TMII juga digunakan oleh beberapa pengunjung untuk melaksanakan salat. Duduk di dalamnya membuat kita benar-benar merasakan suasana saat belajar mengaji semasa kita kecil.

Rumah Burung Dara/Pajudhun

Pajudhun

Sebagian besar masyarakat Madura berprofesi sebagai petani, selain menanam jagung atau padi di ladang, biasanya mereka juga memelihara beberapa hewan ternak seperti sapi, ayam, bebek, serta burung dara. Burung dara biasanya dipelihara sebagai hobi saja. Yang menarik adalah rumah burung dara yang biasa disebut Pajhudhun.

Rumah burung dara yang terdapat di Anjungan Jatim TMII adalah jenis Pajhudhun yang tingginya menjulang ke angkasa. Di Madura sendiri, Pajhudhun yang menjulang tinggi ke angkasa biasanya disangga dengan satu kaki yang terbuat dari bambu. Untuk mencapainya harus menggunakan tangga. Sayangnya, di Madura sendiri Pajhudhun sudah sulit ditemukan.

Pir/delman/dokar

Pir/delman/dokar adalah salah satu alat transportasi yang masih bisa ditemui di beberapa tempat di Madura. Pir tersebut bentuknya sama dengan pir yang berada di daerah lain. Berbeda dengan pir yang terdapat di Anjungan Jatim TMII yang memiliki roda yang sangat tinggi, tingginya melebih tinggi orang dewasa.

Replika Perahu Khas Madura

Madura juga memiliki perahu khasnya sendiri, karena sebagian besar masyarakat Madura yang tinggal di daerah pesisir biasanya berprofesi sebagai nelayan. Perahu Madura banyak jenisnya, mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks. Keistimewaan perahu Madura yang membedakannya dengan perahu daerah lainnya adalah bentuk bagian depan dan belakangnya yang lancip dan badannya yang lebar. Salah satu jenis perahu Madura yang terdapat di Anjungan Jatim TMII adalah perahu Jukung yang di sisi kanan kirinya memiliki tangan atau cadik (ceddi’).

Bagaimana, kamu tertarik untuk merasakan Madura di Jakarta? Datang saja ke Anjungan Jatim yang terdapat di Taman Mini Indonesia Indah. Selain bisa melepas rindu, berfoto ria, kita juga bisa sekaligus belajar banyak hal tentang Madura.

*Penulis: Luluk RA, Perantau Madura dari Desa Jangkar, Tanah Merah, Bangkalan.

Salam Perantau Madura!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.