perempuan madura

Merantau dan pergi cukup jauh dari rumah bukan hal mudah. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan, lebih dari keberanian tetapi tekad yang kuat. Demikianlah yang dilakukan perempuan asal desa Kwanyar, Bangkalan, Lutviah Sari.

Demi menempuh pendidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok, perempuan yang akrab disapa Vivi ini merantau. Pilihan ini ia ambil tidak hanya untuk kuliah semata tetapi untuk belajar mandiri dan meningkatkan kualitas diri.

“Merantau bagi saya adalah sebuah kenekatan karena harus rela meninggalkan keluarga di kampung halaman. Dan tentunya merantau yang baik adalah merusaha memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas diri di tempat rantau,” tutur Vivi saat ditemui Narantau.

Dengan merantau, lanjut Vivi, banyak hal yang bisa ia didapatkan karena bisa belajar kemandirian, perjuangan dengan hal yang serba terbatas sehingga termotivasi menjadi pribadi yang lebih kuat.

“Bagi saya, kuliah itu tidak hanya belajar materi yang ada di pekuliahan tetapi bagaimana caranya belajar menjadi dewasa untuk kehidupan yang selanjutnya. Jika itu-itu saja, mungkin tidak akan bisa belajar banyak hal. Saya memutuskan untuk pergi merantau juga belajar bagaimana caranya saya bertahan hidup dengan lingkungan yang serba berbeda dengan daerah asal.”

Melawan Stigma Perempuan Madura

Tidak semua perempuan Madura memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan. Salah satu permasalahannya adalah stigma yang mengatakan jika perempuan (Madura) cukup sebagai istri atau ibu di rumah, mengurus suami dan anak-anak.

Vivi tidak menafikan peran seorang perempuan sebagai seorang istri dan ibu, baik ia hanya di rumah (sebagai ibu rumah tangga) maupun di luar rumah (bekerja). Namun ia menekankan pentingnya pendidikan bagi perempuan untuk meningkatkan kualitas dirinya.

“Sebagai seorang wanita adalah madrasah pertama bagi anak-anak kita. Jadi ketika wanita dipandang hanya tinggal di rumah, mengurus suami, mengurus keluarga, itu harus diubah mindsetnya seperti itu. Wanita adalah seseorang yang perlu belajar banyak sekali hal, kemudian terus meningkatkan kualitas dirinya baik itu dengan belajar, kuliah, dan sekolah setinggi-tingginya,” tegasnya.

“Saya ingin memberitahukan pada teman-teman di Madura bahwa dunia ini luas, bukan hanya Madura. Banyak sekali tempat yang harus didatangi dan diambil pelajaran dari tempat tersebut. Jadi berusahalah untuk merantau dan kembalilah ke Madura untuk meningkatkan derajat kesehatan dan pendidikan yang ada di Madura.” pesan Vivi.

Simak video wawancara Narantau dengan Vivi di bawah ini.

Video

Punya cerita selama merantau? Yuk bagikan ceritamu. Punya gagasan, opini, puisi, cerpen, dan terkait Madura? Yuk menulis di Narantau.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.