Topi hitam
Celana gombor
Baju putih lusuh
Sepeda ontel tua
Cangkul & Celurit basah setelah diasah
Adalah dirimu yang selalu ku temui acapkali pagi datang
.
Setelah seruput kopi hitam
Dan sarapan pagi
Kamu kayuh sepeda tuamu menuju tanah leluhurmu Tanah yang setia kamu tanami dan menghidupi anak cucumu
Tanah yang mengantar mereka menemui mimpi-mimpinya
Tanah yang tak ingin kamu lepas hanya untuk terlihat pantas
Sebab bagimu, tanah adalah tempat kita meletakkan semua kemanusiaan kita
.
Namun setelah jasadmu membumi
Ada yang menulikan diri
Karena perutnya terlalu besar sedang ia teramat lapar
Tak cukup hasil bumi
Maka ia khianati janji-janji
Ia menjadi pemamah tanah

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote