Puisi IBU Oleh D Zawawi Imron

0

IBU

– Karya sastrawan dan budayawan Madura, D Zawawi Imron.

 

Kalau aku merantau lalu datang musim kemarau

sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama reranting

hanya mataair airmatamu Ibu, yang tetap lancar mengalir

Bila aku merantau

sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku

di hati ada mayang siwalan memutikkan sari-sari kerinduan

lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar

Ibu adalah gua pertapaanku

dan Ibulah yang meletakkan aku di sini

saat bunga kembang menyemerbak bau sayang

Ibu menunjuk ke langit, kemundian ke bumi

aku mengangguk meskipun kurang mengerti

Bila kasihmu ibarat samudera

sempit lautan teduh

tempatku mandi, mencuci lumut pada diri

tempatku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh

lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku

kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan

namamu, Ibu, yang kan kusebut paling dahulu

lantaran aku tahu

engkau Ibu dan aku anakmu

Bila aku berlayar lalu datang angin sakal

Tuhan yang ibu tunjukkan telah kukenal

Ibulah itu bidadari yang berselendang bianglala

sesekali datang padaku

menyuruhku menulis langit biru

dengan sajakku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.