Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Tag: Sastra

mega merah
Lѐbur, Sastra Madura

Mega Merah yang Memerah 

Orang-orang memiliki kenangan indah kala matahari mulai tenggelam dan meninggalkan bias kekuningan di langit. Senja, ya orang-orang menyebutnya senja. Tak hanya menjadi kenangan indah, bahkan senja merupa dalam kata-kata. Banyak penyair, penulis buku, pelukis, sinematografer, hingga fotografer menjadikan senja objek karya mereka. Bahkan saat ini…

puisi
Lѐbur, Sastra Madura

Pemamah Tanah 

Topi hitamCelana gomborBaju putih lusuhSepeda ontel tuaCangkul & Celurit basah setelah diasahAdalah dirimu yang selalu ku temui acapkali pagi datang.Setelah seruput kopi hitamDan sarapan pagiKamu kayuh sepeda tuamu menuju tanah leluhurmu Tanah yang setia kamu tanami dan menghidupi anak cucumuTanah yang mengantar mereka menemui mimpi-mimpinyaTanah…

Lѐbur, Sastra Madura

Ranji: Madura Love Story 

Ibu Ibu menyeduh dua cangkir kopi di atas meja dapur. Satu untuknya, satu untuk bapak. “Bilang bapakmu, kopinya sudah siap,” perintah ibu. Aku segera beranjak dari kursi panjang yang alasnya terbuat dari bambu yang terletak di salah satu sisi dinding dapur. “Bilang juga, cepat selesaikan…

Lѐbur, Sastra Madura

Puisi IBU Oleh D Zawawi Imron 

IBU – Karya sastrawan dan budayawan Madura, D Zawawi Imron.   Kalau aku merantau lalu datang musim kemarau sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama reranting hanya mataair airmatamu Ibu, yang tetap lancar mengalir Bila aku merantau sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku di hati ada…

Lѐbur, Sastra Madura

Hijriyah 

Sampai pada ganjil itu, “hijriyah. . Hijriyah 47 kutitipkan masa lalu yg lalu” Teriakku pada waktu, yg menjelmakan ketidak pastian urusanku. Namun aku yakin, pada prosesnya akan menuntunku menjadi manusia baru. Di pelataran kejujuran jiwaku, Ku haturkan dosa2 dan kemunafikanku untuk kuperlihatkan padaMu. Meskipun aku…