sakera

Dikisahkan, di sebuah kota bernama Bagilandra terjadi perang dahsyat yang meluluhlantahkan kota. Seorang bocah lelaki nyaris menjadi korban perang jika tak terselamatkan oleh sepasang pendekar tua legenda yang bernama Ki Abdul dan Nyi Lingsa.

Bocah lelaki bernama Syahudin ini kemudian dirawat dan diajari budi pekerti serta ilmu Kanuragan. Bahkan Syahudin diberi keterampilan dalam membuat sate agar suatu saat berguna ketika Syahudin dewasa dan bermasyarakat.

Ajaran sepasang pendekar tua itu ternyata membuat Syahudin berjiwa Zakera, berani melawan penindasan kompeni Belanda dan kelak menjadi pendekar sate.

Itulah sekilas narasi tentang sosok Zakera, pendekar sate karya illustrator asal kota Kediri, Yudi Sutanto. The Zakera tentu berbeda cerita dengan sosok Sakera yang selama ini lekat dengan identitas suku Madura. Namun, sang illustrator mengaku jika komik karyanya memang terinspirasi dari tokoh Sakera.

“Komik ini saya buat saat masih kuliah. Idenya muncul ketika ada suatu lomba komik nasional kala itu. Dengan mengangkat budaya lokal tapi diceritakan dengan gaya kekinian. Kala itu lagi boomingnya komik superhero muncul tapi lebih kearah barat-baratan.” ujar lulusan Desain Grafis Universitas Negeri Surabaya ini.

sakera
Potongan komik strip The Zakera karya Yudi dalam platform Ciayo.com

Yudi pun mulai melakukan riset, bagaimana membuat tokoh kuat lokal tapi tidak mengarah pada sebuah kekuatan yang super. Apalagi dari kecil ia tahu bahwa di pulau Jawa banyak tokoh hebat dengan kekuatan di luar model superhero sekarang. Beberapa pilihan tokoh dan cerita latar belakang terpilih, yakni Sarip Tambak Oso, Jaka Tingkir lalu ada Sakera.

“Namun entah kenapa aku lebih condong ke nama tokoh pak Sakera, yakni tokoh dari Bangil, Pasuruan yang konon juga melegenda kepahlawanannya. Lalu mulailah dengan membuat alur cerita, awalnya The Zakera kesehariannya adalah seorang penjual sate pikul di kota metropolitan, memiliki sifat suka menolong sehingga banyak temannya, bahkan dia jago berkelahi.” terang Yudi yang juga memproduksi komik Trio Hantu cs.

sakera

Latar cerita kemudian berubah ketika Yudi bekerja sebagai illustrator di surat kabar Surabaya Post. Setting latar The Zakera yang awalnya hidup di kota, berubah menjadi jaman kolonial, tetapi ceritanya kekinian. Komik strip The Zakera akhirnya terbit setiap hari minggu di Surabaya Post. Dan saat ini The Zakera dapat dinikmati dalam format komik web di platform Ciayo.com.

Melalui komik karyanya, Yudi berharap remaja atau masyarakat tahu tentang makna Sakera itu sendiri, dan menyukai karakter lokal yang ia buat.

“Saya hanya berniat mencoba mengangkat nama Sakera-nya sendiri sebagai spirit dan menjadi salah satu cerita kearifan lokal yang harus kita jaga dan angkat ke era kekinian agar generasi sekarang tidak kepaten obor (tidak tahu silsilah) akan sejarah pendahulu kita.” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.