muda

Pemuda memegang peranan penting dalam peradaban suatu bangsa. Sejak Negara republik ini digagas dan dibangun, ada peran para pemudanya di dalamnya. Hal yang sama juga diharapkan dari pemuda Madura untuk membangun tanah kelahirannya.

Abdul Khabir, salah satunya. Lahir dan besar di Kalimantan Barat, tempat kedua orang tuanya merantau, tak lantas membuatnya lupa pada darah Madura yang mewarisinya. Ia justru banyak mempelajari kebudayaan dan adat istiadat Madura di Kalimantan Barat. Mulai dari kegiatan kebudayaan yang kerap digelar komunitas Madura hingga mengikuti ajang pemilihan duta pemuda Madura di Kalimantan Barat, Lanceng Praben.

Ia pun gigih mengikuti proses seleksi tingkat kabupaten Kubu Raya, berkompetisi dengan pemuda Madura di kabupaten yang sama. Kesempatan pun datang padanya, ia terpilih dan mewakili kabupatennya di tingkat provinsi. Proses seleksi dan mentoring yang cukup panjang, membawa Abdul Khabir kembali terpilih sebagai pemenang dan menyandang gelar Lanceng 2017.

“Yang pertama karena saya peduli dan ingin melestarikan bahkan mengenalkan budaya Madura ini kepada khalayak ramai. Kedua untuk menambah pengalaman dan pengetahuan tentang kebudayaan Madura itu sendiri.” ujar mahasiswa aktif di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tanjung Pura ini.

muda

Melalui ajang ini, Abdul Khabir semakin mengeksplorasi khazanah budaya Madura di Kalimantan Barat. Diakuinya, kebudayaan Madura yang ada di Kalimantan Madura cukup berbeda, namun tidak jauh dari nilai-nilainya yang luhur. Budaya Madura berbaur dengan kearifan lokal Kalimantan.  “Walaupun sama-sama Madura, namun di sini budaya Madura khas Kalimantan dan tidak meninggalkan kearifan lokal Kalimantannya.” tuturnya.

Oleh karenanya Abdul Khabir sangat ingin menjaga kekhasan itu. Ia ingin menjaga nama baik suku Madura di Kalimantan, menghapus stigma negatif terhadap orang Madura yang selama ini dianggap dekat dengan kekerasan, menjadi contoh dan menjaga keharmonisan dengan suku yang lain di Kalimantan.

“Saya bangga menjadi (suku/orang) Madura, karena orang Madura pekerja keras dan ulet. Orang Madura juga bisa berteman dengan semua suku yang ada di Kalimantan.  Stop menjadi suku yang diremehin,  mari kita ubah stigma masyarakat yang menganggap kita sebagai pembuat onar. Kita buktikan dengan Ilmu, tuntutlah ilmu sampai jenjang paling tinggi, buktikan bahwa pemuda Madura juga dpt bersaing.” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.