Madura, sebuah daerah yang dijuluki dengan sebutan pulau garam banyak menyimpan tradisi dan keunikan-keunikan tersendiri di dalamnya. Selain terkenal dengan carok-nya ada di sisi lain yang dapat kita temui pada masyarakat Madura, yaitu sisi-sisi humor. Salah satunya bisa dilihat dari lagu-lagu bernuansa religi, namun terdapat sisi hiburan yang menggelitik di dalamnya. Sebut saja grup musik al-Abror. Lagu-lagu yang diangkat selalu mengandung kelucuan dalam menyampaikan pesan. Coca saja simak videonya yang sudah banyak beredar di Youtube.

Saya, yang memang terlahir di bumi Sakera, tidak jauh berbeda dengan masyarakat Madura pada umumnya. Suka mengenakan sarung di luar kegiatan ibadah. Begitu pula dengan kesukaan pada musik. Dendang-dendang qosidah dengan harmonisasi lirik-lirik mengocok perut juga saya sukai.

Seiring perkembangan dunia digital serta sosial media yang saat ini mudah dijangkau bahkan ketika sedang di toilet sekalipun. Hal ini menjadi lahan menarik untuk megekspresikan segala kreatifitas dalam otak. Itu juga yang ada di dalam pikiran saya.

Ingin turut meramaikan hazanah dunia kreatif dengan memanfaatkan media yang ada. Saya ingin terus membawa nama baik Madura menjadi semakin dikenal di nusantara bukan hanya karenya sate dan sotonya, atau para pengusaha besinya. Namun, Madura juga banyak melahirkan insan-insan seni yang juga bisa berkarya setara dengan daerah-daerah maju lainnya di Indonesia.

Awalnya, saya mendengar lagu Bang Haji Rhoma Irama berjudul Tabir Kepalsuan di radio ketika dalam perjalanan menuju tempat kerja. Saya hayati betul lagu dan liriknya kok enak sekali. Hingga saya putar kembali menggunakan media musik streaming di handphone saya.

Tak cukup hanya sekali, saya ulang berkali-kali, belum juga bosan mendengarkan lagu yang sama. Hingga suatu malam, iseng-iseng selepas jam kerja, saya ingin melepas penat dengan bernyanyi. Tak cukup hanya dengan bernyanyi biasa, saya cari saja lagu Rhoma Irama yang saya suka tadi tapi versi karaokenya. Kemudian pikiran semakin menjalar kemana-mana. Saya pun mengarang kalimat demi kalimat untuk menggantikan lirik asli dari Tabir Kepalsuan. Kalimat yang saya rangkai berbahasa Madura. Saya cocokkan jedanya. Lalu saya rekam sendiri dengan alat seadanya.

ika ditelisik lebih dalam. Lagu cover yang saya tulis ini menceritakan tentang seorang pemuda sebut saja Dulla, yang tengah menjalin hubungan asmara dengan wanita bernama Sayyidah. Namun di suatu waktu, Sayyidah malah meninggalkan Dulla dan lebih memilih bersanding di pelaminan bersam laki-laki lain. Hati Dulla hancur. Persis seperti judul lagunya, ancor. Dulla sadar, ia hanya pemuda sederhana, hanya bermodalkan motor matic. Sedangkan laki-laki baru yang bersanding dengan Sayyidah, motornya lebih keren. Namun di akhir lirik lagu diceritakan, bahwa, Dulla tak mau ambil pusing mikirin cinta. Semua permasalahannya bisa lebih dinikmati dengan cara menikmati kopi.

Sekilas, begitulah alur cerita yang saya coba sampaikan melalui lirik lagu berbahasa Madura berjudul Ancor. Video klipnya juga sederhana. Hanya dengan singgel shot di satu tempat. Kemudian dipermanis dengan tampilan lirik. Berikut penampakan video tersebut :

Itulah sedikit ulasan tentang video kretaif yang coba saya buat. Ikuti terus update-update terbaru karya-karya saya di akun Instagram @rockramdans. Saya selalu update di terkait karya-karya saya di akun tersebut. Jangan lupa follow juga secepatnya ya.

Salam hormat, Ramdan.

Comments to: Hampir Viral !! Ini dia Video Kreatif Karya Anak Sumenep.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login

Selamat Datang Sahabat

Dapatkan kemudahan akses konten, dan fitur tambahan. Langsung saja daftar !
Gabung Narantau