Siapa sih yang tak kenal Batik Madura? Kamu? Duh, ketinggalan. Batik Madura tersohor tak terbatas di daerah Madura saja tetapi merambah ke kota-kota hingga ke mancanegara. Tersohornya batik dari pulau garam ini tak lepas dari peran perajin batik dalam menciptakan batik dengan motif yang eksotis dengan kualitas terbaik.

Selain peran aktif pengrajin, peran masyarakat Madura rantau pun tak bisa dikesampingkan. Di kota Jakarta, misalkan, sering dijumpai perempuan-perempuan Madura menggunakan batik Madura. Begitupun kaum lelaki Madura. Bagi mereka, batik merupakan identitas budaya yang harus tetap terjaga meski jauh dari tanah asalnya.

Tetapi tahu gak sih, Nara, kalau tidak semua pengrajin Batik Madura itu adalah mereka yang memiliki darah Madura alias orang Madura? Salah satunya pengrajin Batik yang satu ini, Marinten.

Marinten dalam pameran batik di Jakarta

Dalam sebuah pameran Batik di Jakarta, Narantau Madura berkesempatan bertemu Marinten yang saat itu mewakili Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Provinsi Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, Marinten berkisah bagaimana awalnya ia berkenalan dengan batik Madura.

Ia berasal dari Majalengka, Jawa Barat dan menikah dengan lelaki Madura yang langsung memboyongnya ke Pulau Madura. Pada tahun 2000 usaha suaminya sempat mengalami kebangkrutan. Untuk menopang perekonomian keluarga, bermodal empat potong kain batik Tanjung Bumi, ia pun mencoba berjualan. Dari tetangga ke tetangga hingga akhirnya memberanikan diri berdagang di Area Jembatan Suramadu.

“Tidak hanya jualan, saya juga mulai mendesain motif batik, mungkin dengan membuat desain sendiri biaya pembuatannya lebih murah. Mulailah mencoba pada 2003. Awalnya menggambar daun saja. Pada 2006, kondisi keuangan mulai memulih dan mulai berani beli bahan batik dan menjahit bahan batik menjadi pakaian jadi.” tuturnya.

Bangkit dari keterpurukan tetapi Allah punya rencana lain..

Pada tahun 2010, usaha kain batik mulai berkembang. Dari yang awalnya berjualan dari tetangga ke tetangga hingga akhirnya berjualan secara kaki lima di area Jembatan Suramadu. Ia pun memiliki dua karyawan dan bekerjasama dengan pengrajin Batik di Tanjung Bumi, Bangkalan.

Suatu ketika pada tahun 2015, suami Marinten mengalami kecelakaan saat bekerja dan meninggal dunia. Padahal saat itu ia dan suami berencana akan berangkat umroh. Kehilangan suami mengubah seluruh hidupnya. Ia sempat kehilangan semangat untuk melanjutkan usahanya.

“Setelah suami saya meninggal, istri komandan suami saya mempromosikan batik saya ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jakarta. Menurutnya batik saya diatas rata-rata. Awalnya saya berfikir untuk tidak ambil dulu tetapi karena diyakinkan keluarga, akhirnya saya ambil kesempatan itu.” ujarnya. Kesempatan ini sekaligus membuka jalan bagi Marinten mendapatkan merek dagang EQ Batik miliknya. Ia pun mengikuti pameran di Jatim Fair dan beberapa kota di Indonesia.

Batik adalah ungkapan rasa..

Meski bukan lahir dan tumbuh sebagai orang Madura, kecintaan Marinten pada batik Madura sangat besar. Apalagi setelah suaminya meninggal, batik menjadi caranya untuk menumpahkan semua rasa yang tak bisa dia ungkapkan.

“Bagi saya batik adalah ungkapan rasa. Apa yang tidak bisa kita ungkapkan sama orang ditumpahkan ke batik. Gak hanya corat coret tangan diatas kain. Saat membuat batik itu seperti curahan perasaan kita.” ungkapnya.

Ia mencontohkan, ia pernah membuat batik Bulan Purnama. Saat itu ia sedang bahagia bersama suaminya sehingga motif dan warnanya jadi cerah. Tetapi belakangan setelah suaminya meninggal, motif dan warna batik yang ia buat berubah.

“Saya membuat motif batik Ojo Lali yang menyimpan cerita tentang suami istri. Susah senang bersama dan sekarang sudah tiada. Motif dan warna batik jadi hitam pekat dan ada warna kuning nampak hidup. Maknanya adalah suami saya emang sudah tiada tetapi tetap ada, tetap hidup di hati saya.” pungkasnya.

Comments to: Batik Madura di Mata Pengrajin: Batik Adalah Ungkapan Rasa

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login

Selamat Datang Sahabat

Dapatkan kemudahan akses konten, dan fitur tambahan. Langsung saja daftar !
Gabung Narantau