Ada falsafah kehidupan orang Madura yang mengatakan, “tidak sempurna kehidupan seseorang kalau tidak memiliki burung,”. Tunggu, jangan keburu berpikir burung dalam tanda kutip, ya. Burung yang dimaksud adalah burung dalam artian sebagaimana mestinya. Bagi masyarakat Madura, keberadaan Burung sama penting dengan pemilikan rumah, keris dan kuda.

Adalah hal yang lumrah jika kamu menemukan sangkar burung di teras atau halaman rumah orang Madura. Biasanya mereka memelihara lebih dari satu jenis burung. Tidak hanya itu saja, saking lekatnya dengan hewan yang satu ini, banyak ukiran yang corak dan motifnya burung. Yuk, simak ulasannya yang diambil dari Buku Seni Ukir Madura

Kehidupan – Ukiran Perahu Madura

orang madura
Warga menyaksikan perahu hias di Pantai Wisata Jumiang, Pamekasan, Madura, Jatim, Senin (20/7). Puluhan perahu dihias untuk memeriahkan pelarungan sesaji pada upacara Petik Laut yang diselenggarakan pada 20-22 Juli 2015. ANTARA FOTO/Saiful Bahri/ss/kye/15

Madura memiliki puluhan jenis perahu tradisional yang khas. Salah satu ciri khasnya adalah ukiran burung di cangga layar. Bagi nelayan burung merupakan lambang kehidupan. Apabila burung terlihat di lautan berarti telah dekat dengan daratan, berarti pula perahu telah dekat untuk berlabuh. Burung sangat banyak ragamnya. Karena itu lambang burung yang dipakai nelayan sangat beragam.

Keselamatan – Hiasan Karya Seni

orang madura
Foto: Shifa Fadlilah

Burung yang dianggap tinggi kedudukannya di Madura adalah garuda. Motif garuda ini sangat banyak terdapat dalam ukiran Madura. Hal ini banyak dipengaruhi oleh tradisi dari agama Hindu masih melekat dalam kehidupan Madura. Wisnu sebagai dewa pemelihara alam mempunyai kendaraan garuda. Garuda inilah yang mengantarkan sang dewa ke mana akan pergi dengan selamat. Garuda pulalah sebagai simbol pengantar yang cepat dan selamat, oleh karena itu lambang ini terdapat dalam ukiran Madura.

orang madura
Salah satu ukiran dengan motif burung pada kusen pintu

Di Madura, ukiran burung garuda atau elang banyak dipergunakan sebagai hiasan dinding, yang menampakkan ada keangkeran. Apabila ditempatkan di samping pintu, seperti halnya ukiran patung kepala rusa atau menjangan, mempunyai fungsi pula sebagai tolak bala. Tetapi kepercayaan ini hanya ada pada beberapa orang, sedang pada orang yang lain motif elang atau garuda ini dipakai untuk hiasan “perhiasan” rumah burung merpati atau pagupon, kerekan burung, & tempat lilin.

Motif ini juga dipakai pada gul-tonggul di depan lenggi perahu, kemmonong kaleles kerapan sapi, mahkota atap, hiasan lon-olon kuburan asta tinggi. Di daerah Karduluk, motif burung merak populer menggantikan garuda.

Makna dan Motif Lain

orang madura
Kerekan burung

Selain burung garuda, burung merpati dianggap sebagai penjaga dari kejaran elang. Burung yang dihubungkan dengan motif pohon dimaknai sebagai lambang kemakmuran. Oleh karenanya sering digunakan pada ukiran kerekan burung.

Motif burung juga ada pada kaligrafi arab. Pada kaca Asta Aer Mata Ibu, Arosbaya, Bangkalan, ada lebih dari 20 kaligrafi bermotif burung. Sebagai contoh sebuah kaligrafi yang berisikan doa termahsyur untuk keselamatan dunia dan akhirat serta keselamatan dari azab neraka

Comments to: Makna Burung Dalam Falsafah Kehidupan Orang Madura

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login

Selamat Datang Sahabat

Dapatkan kemudahan akses konten, dan fitur tambahan. Langsung saja daftar !
Gabung Narantau