“Saya ingin menjadi seorang chef dan pergi ke Paris, Prancis”

Ia suka membaca, nonton animasi Naruto, membantu ibunya di sawah dan memasak. Ya, memasak, hobi yang membuatnya menemukan impiannya menjadi seorang chef. Bahkan ia bermimpi bisa pergi ke tempat menara Eiffel berada.

Impian sudah semestinya teguh diperjuangkan. Itulah yang sedang dilakukan oleh seorang pemuda asal Desa Somber, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, Mohammad Yakub. Pemuda yang akrab disapa Yakub ini pun memilih merantau ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

“Sebenarnya saya tidak berniat merantau ke Timur Tengah. Saya ingin meneruskan pendidikan di universitas. Saya sudah daftar ke sana ke mari dari SBMPTN, SNMPTN, sampai jalur mandiri, dan gagal. Saya coba ikut test lagi hingga akhirnya diterima di Jurusan Sastra Inggris, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UIN Sunan Ampel),” tutur Yakub kepada Narantau Madura.

Sayangnya kesempatan yang Yakub miliki terkendala dengan biaya pendidikan. Ia pun memupus keinginannya untuk kuliah. Tak mau berputus asa, Yakub memilih memperdalam kemampuan bahasa inggrisnya di Kampung Inggris, Pare, Kediri , Jawa Timur. Lalu kesempatan lain datang padanya, sebuah lowongan kerja di Dubai. Berbekal kecakapan bahasa Inggris, Yakub lolos interview dan diterima sebagai waitress sebuah restoran di Dubai.

“Ketika saya bilang ke orang tua bahwa saya diterima kerja di sana, mereka senangnya minta ampun. Mungkin ini yang terbaik buat saya. Saya harus dapat pekerjaan yang baik untuk karir saya ke depannya, terus Allah mengirim saya ke UEA.”

Beradaptasi dengan Panasnya Gurun Pasir dan Pekerja Asing

dubai
Yakub saat sedang bekerja di salah satu restoran di Dubai.

Sebagaimana Perantau Madura lainnya, Yakub juga beradaptasi sebaik mungkin di tempat rantau. Mulai dari perbedaan cuaca, bahasa, makanan, hingga budaya kerja. “Saya kira di negara Arab itu muslim semua jadi saya enak bergaulnya. Ternyata tidak, saya berkumpul dengan orang Philipina, Pakistan, Afrika Selatan, India, Nepal dan kebanyakan dari meraka non muslim jadi ketika saya sibuk kerja pas pamit mau salat saya merasa gak enak. Tetapi aku juga gak enak sama Allah, terus tak jarang langsung kabur salat diam-diam biar gak ada masalah,”

Lama kelamaan, perbedaan yang ditemui Yakub memberikan banyak pelajaran padanya. Ia bisa berbaur dengan tetangganya yang penduduk asli dan kerap salat subuh dan jumat bersama di masjid. Ia bisa belajar bahasa asing lain kepada teman-temannya. Bahkan lingkungan dan rekan kerja yang baik membuatnya betah bekerja. Tak jarang pula para chef memintanya membantu di dapur karena Yakub selalu antusias ketika berada di dapur.

“Saya selalu antusias ke dapur terus, sampai akhirnya head chef meminta saya untuk pindah departemen. Ini kesempatan saya untuk menggali mimpi saya lagi.”

Merantau dan Impian-impian di Masa Depan

dubai

Meski baru enam bulan, bagi Yakub merantau adalah masa-masa di mana ia harus hidup di paksa: dipaksa mandiri, dipaksa harus betah jauh dari orang tua, dan dipaksa harus bisa bersosialisasi. Tetapi dengan merantau ia mendapatkan pelajaran bahwa harta dan tempat enak itu tidaklah berharga, yang paling berharga adalah dekat dengan orang tua.

“Saya berharap bisa membahagiakan orang tua dan bisa menggapai mimpi saya jadi seorang chef dan pergi ke Paris setelah mengajak orang tua saya ke Mekkah.” Harap Yakub. Harapan yang sama baiknya juga ia ucapkan kepada tanah lahirnya.

“Kepada pulau Madura, tunggu saya pulang. Kau adalah kampung halaman ku, tempat ku lahir. Saya berharap tidak ada lagi kekacauan, tidak ada sampah yang bertebaran,  polusi, dan tidak ada pencemaran lingkungan, hanya sawah yang hijau dan pohon yang rimbun.”

Bedhen è tanah rantau, ateh neng tanah lahir

Salam Perantau Madura!

Contributor
People reacted to this story.
Show comments Hide comments
Comments to: Merantau ke Dubai: Saya Ingin Menjadi Chef dan Pergi ke Paris!
  • Agustus 15, 2018

    Hope ur dreams come true. Keep fighting and do ur best, than u will find the way u r. Semoga Allah senantiasa bersama mu. Aamiin.

    Reply
Write a response

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login

Selamat Datang Sahabat

Dapatkan kemudahan akses konten, dan fitur tambahan. Langsung saja daftar !
Gabung Narantau