Topi hitam
Celana gombor
Baju putih lusuh
Sepeda ontel tua
Cangkul & Celurit basah setelah diasah
Adalah dirimu yang selalu ku temui acapkali pagi datang
.
Setelah seruput kopi hitam
Dan sarapan pagi
Kamu kayuh sepeda tuamu menuju tanah leluhurmu Tanah yang setia kamu tanami dan menghidupi anak cucumu
Tanah yang mengantar mereka menemui mimpi-mimpinya
Tanah yang tak ingin kamu lepas hanya untuk terlihat pantas
Sebab bagimu, tanah adalah tempat kita meletakkan semua kemanusiaan kita
.
Namun setelah jasadmu membumi
Ada yang menulikan diri
Karena perutnya terlalu besar sedang ia teramat lapar
Tak cukup hasil bumi
Maka ia khianati janji-janji
Ia menjadi pemamah tanah

https://ifaikahkalidin.com/
Contributor
Do you like Ifaikah Kalidin's articles? Follow on social!
Comments to: Pemamah Tanah

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login

Selamat Datang Sahabat

Dapatkan kemudahan akses konten, dan fitur tambahan. Langsung saja daftar !
Gabung Narantau