1. Narasi Perantau

Pentingnya Mengenal Identitas Suku Bagi Masyarakat Madura

Apa yang pertama kali terlintas dibenak orang kota ketika mendengar kata Madura?

Beberapa akan menyebut kata, “sate, nasi bebek, Jembatan Suramadu, dan Kerapan Sapi.” Tak  cukup sampai disitu responnya, mereka juga akan bertanya “kenapa orang madura dikenal keras?”, “kenapa Madura disebut pulau garam?”, “apa itu kerapan sapi?”, bahkan celetukan yang bikin panas telinga, “jangan macam-macam sama orang Madura, nanti di celurit.”

Yah, demikianlah ketika aku memperkenalkan latar belakang suku pada orang-orang di tanah rantau, Jakarta. Berbagai tanggapan dan pertanyaan itu kadang kujawab seadanya. Toh, memang hanya itu yang aku tahu tentang Madura meski aku lahir dan besar di pulau itu.

Sampai suatu ketika, dalam sebuah forum komunitas yang kudatangi, salah satu pesertanya bernama Gerakan Muda Minangkabau. Gerakan Muda Minangkabau ini merupakan wadah bagi pemuda suku Minang di Jakarta untuk mengenalkan dan melestarikan kekayaan budayanya. Dalam forum itu, perwakilannya menyampaikan bahwa sebagai pemuda Minang yang tinggal di Jakarta, sudah menjadi kewajibannya untuk mengenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Minang.

Seketika aku merasa seperti disindir, ternyata nilai ke-sukuan-ku tak seberapa.

Bagaimana tidak? Seperti yang aku sebutkan tadi, aku lahir dan besar di pulau Madura tetapi tak terlalu mengenal Madura, baik itu sejarah, kebudayaan, adat & istiadat, kesenian dan segala hal tentang Madura. Akibatnya saat ditanya orang lain, aku cuma bisa jawab seadanya. Bahkan saat ada yang bilang tentang celurit dan carok, aku marah dan menyanggah tetapi tak pernah bisa menjelaskan dengan baik mengenai kedua hal tersebut.

Lantas seberapa penting mengenal kesukuan bagi orang Madura?

Sangat penting! Mengenal kesukuan berarti mengetahui identitas atau jati diri suku itu sendiri. Identitas adalah sifat-sifat khas yang melekat pada suatu hal sehingga menunjukkan suatu keunikan serta membedakannya dengan hal-hal lain. Dalam hal ini, unsur-unsur kebudayaan dan tradisi yang membangun identitas sebuah suku. Begitu pula dengan identitas suku Madura.

Menurut Koentjaraningrat, suku bangsa berarti sekelompok manusia yang memiliki kesatuan budaya dan terikat oleh kesadaran dan identitas tersebut serta dikuatkan oleh kesatuan bahasa. Sejak ditemukannya Pulau Madura pada tahun 929 masehi (Zainalfattah, 1951), masyarakat di pulau ini terus membangun kebudayaannya. Kebudayaan ini kemudian diwariskan secara turun-temurun sehingga membentuk suatu karakter atau identitas khas suku Madura.

Identitas yang dibangun oleh unsur budaya dan tradisi inilah yang seharusnya dimiliki oleh setiap masyarakat Madura. Mengapa demikian? Mengenal identitas kesukuan sama halnya mengenal dirinya sendiri, dimana Ia lahir dan tumbuh bersama budaya dan tradisi serta bagaimana Ia berbahasa.

Identitas menjadi alat pengenal bagi masyarakat Madura ketika mereka pergi ke tempat baru dan bertemu orang-orang baru. Dengan demikian, secara tidak langsung Ia menjadi duta bagi suku Madura dalam melestarikan budaya dan tradisi.

Apalagi di era globalisasi saat ini, gempuran budaya asing semakin mengubah pola hidup generasi muda. Budaya dan tradisi perlahan dilupakan karena dianggap kuno. Disinilah peran mengenal identitas suku sangat dibutuhkan. Tanpa ada yang mau mengenal, bukan tidak mungkin budaya yang dibangun dari berabad-abad ini akan hilang.

Sebagai generasi muda suku Madura, yuk mulai mengenal identitas suku Madura.

(Tulisan ini dibuat oleh perempuan Madura yang cinta mati sama Madura, Ifaikah)

Salam Narantau Madura!

Comments to: Pentingnya Mengenal Identitas Suku Bagi Masyarakat Madura

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login

Selamat Datang Sahabat

Dapatkan kemudahan akses konten, dan fitur tambahan. Langsung saja daftar !
Gabung Narantau