Tiba-tiba ada fatwa tentang larangan merayakan tahun baru Masehi. Entah fatwa ini benar-benar keluar dari lembaga kredibel atau hanya permainan pasar saja agar pernak-pernik tahun baru tidak laku dan pabriknya terancam tutup. Jikapun benar ada fatwa demikian, sebenarnya masih butuh kajian lebih dalam lagi mengapa dilarang dan seperti apa bentuk pelarangannya.

Sebetulnya tidak ada yang salah dari sebuah perayaan. Perayaan ulang tahun, perayaan hari jadi kabupaten dan kota, perayaan kemerdekaan, perayaan Maulid Nabi, Perayaan hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, perayaan Imlek, perayaan Natal, bahkan untuk perayaan tahun baru sekalipun. Semua punya hak untuk menggelar sebuah acara peringatan. Seharusnya yang menjadi sebuah perdebatan adalah bentuk perayaannya. Apakah secara hura-hura sehingga menimbulkan keresahan dan kekacauan, atau dengan cara berkumpul bersilaturrahim dengan teman untuk mempererat tali persaudaraan.

Sebuah contoh saja peringatan tahun baru. Banyak sekali (bahkan di kalangan umat Muslim) ditemukan paradigma-paradigma yang mengesankan bahwa tahun baru Masehi itu tak perlu dirayakan. Karena hanya tahun baru Hijriyah saja yang mempunyai makna. Sesungguhnya tidak demikian adanya. Seperti pada penjelasan dasar di atas bahwa semua tergantung bagaimana perayaannya berlangsung. Jikapun Maulid Nabi diperingati namun dengan mengundang artis kondang untuk menari di atas panggung hanya untuk mendendangkan sholawat Nabi tapi menimbulkan impact negatif lain seperti menggeloranya nafsu birahi karena lekuk tubuh yang ditampilkan oleh pedendang, maka sungguhlah itu sangat tidak baik. Sebaliknya, jika Maulid Nabi diisi dengan majelis dakwah, mendongeng kembali kisah Rasul pada masa kaum jahiliyah menduduki tanah arab kemudian ada seorang utusan yang datang untuk menjadi uswah bagi seluruh penduduk bumi, itu akan menjadi pahala tersendiri karena kita dapat mengambil makna-makna yang terkandung dalam perjuangan Sang Rasul.

Begitu pula adanya dengan perayaan tahun baru Masehi besok. Isilah dengan kegiatan-kegiatan positif seperti pengajian di masjid, dzikir akbar, dan berdoa bersama untuk kedamaian dan kesejahteraan Indonesia pada khususnya, dan dunia pada umumnya. Bukan melarang merayakan, tapi mengarahkan perayaannya pada agenda-agenda bagus.

Sekarang makin banyak orang salah kaprah menyikapi hal-hal yang beredar di permukaan. Terlalu kesusu mengambil istilah hingga pada akhirnya tidak menemukan esensi yang sesungguhnya. Oleh karenanya, bolehlah kita lebih bijak dalam menelan makanan informasi yang sudah mudah kita terima setiap hari melalui gawai yang kita genggam setiap saat.

Yang ingin merayakan pergantian tahun di luar rumah, jaga diri baik-baik dengan tidak mengkonsumsi narkoba dan alkohol. Kita tidak sedang berbicara secara perspektif agama. Kita sedang bicara dalam konteks kemanusiaan. Pun saya yakin, pada agama dan sekte apapun, tidak ada yang membolehkan kerusuhan, pemberontakan, perusakan, dan perbuatan-perbuatan tercela lainnya yang dapat mengganggu stabilitas sekitar.

Lalu apakah boleh menyalakan petasan dan kembang api. Saya rasa sah-sah saja asal dalam jumlah yang sewajarnya. Jangan lantas karena ada bonus akhir tahun, kemudian seluruh isi dompet dihabiskan untuk membeli petasan dan kembang api. Setelah berbunyi “boom” di angkasa dan kemeriahannya telah didapatkan, esoknya bingung karena tak ada sisa rupiah untuk membeli beras sekadar mengisi perut.

Insya Allah, semua akan selalu baik asal sesuai pada takarannya. Minum air pun yang seyogyanya menjadi penghilang dahaga, akan menjadi memabukkan ketika meminumnya hingga ber-ember-ember. Bukannya memang seperti itu kan hukum alam dan hukum agama yang berlaku. “Sungguh berlebih-lebihan adalah sifat syaitan”.

Sebab itu, bijaklah dalam sebuah perayaan. Susun agenda sedemikian rupa agar dapat dipetik manfaatnya. Jangan salahkan peringatannya, tapi salahkan acaranya.

Selamat tahun baru kawan, semoga 2018 semakin menggiring kita lebih dekat lagi pada kesuksesan. Baarakallah…. Aamiin…

#Rockramdans

*Penulis: Ramdans Muhammad, Pengkhayal bebas, Berdarah Sumenep, Madura

Comments to: PERINGATI TAHUN BARU DILARANG???

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login

Selamat Datang Sahabat

Dapatkan kemudahan akses konten, dan fitur tambahan. Langsung saja daftar !
Gabung Narantau