Masih bingung makalah? Hahaha. Ups. Dulu pernah pake shampo lain, tapi makalah kembali lagi, lagi dan lagi. Bruk.

Makalah kerap kali menjadi masalah bagi mahasiswa baru. Juga, pada sebagaian mahasiswa lama yang biasa titip nama. Sebab makalah sudah menjadi syarat dan tugas di perguruan tinggi. Memahaminya tentu lebih baik ketimbang tidak memahami. Gubrak.

Memahami makalah itu sangat penting, terutama bagi mahasiswa yang ingin meningkatkan kemampuan pribadinya. Kepenulisan makalah yang baik dapat menghipnotis dosen untuk memberikan tambahan nilai. Sering membuat makalah juga bisa mempermudah ketika mau garap skripsi. Makalah bisa menghantarkan pada lulusan cumlaude: membahagiakan orang tua, membanggakan para dosen, dan tentunya semakin disayangi pacar.

Makalah itu tidak sulit. Bahkan bisa dikata, ia lebih mudah dari pada karya ilmiah lainnya; skripsi, tesis, disertai dan lainnya. Yang penting ada referensi. Lalu mulai mempelajari cara penulisannya: memfokuskan pada bahasa baku, bahasa yang ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Beberapa hal ini, akan dibahas trik-triknya dengan singkat, gak padat, dan tentunya tidak jelas. Karena kunci menulis makalah hanya ada satu, yakni memahami struktur, sekaligus cara buatnya.

Pertama, tentang Bab I. “Kok langsung Bab I, yang sebelum-sebelumnya gimana?” Iya. Karena sebelumnya hanya berisi cover, kata pengantar, daftar isi. Saya kira kalian dapat memahaminya dengan membaca dan mengamati sesuai dengan aturan kampus kalian.

Bab I: Pendahuluan. Pada bagian awal ini, umumnya ada 3 poin, atau ada C, bagi yang menggunakan abjad, A, B, C. Hehe. A. Latar Belakang. B. Rumusan Masalah. C. Tujuan. Ada juga beberapa kampus yang hingga D. E. F. G. Tapi itu malah mirip proposal nantinya. Gak jelas kan. Hehe

A. Latar belakang, umumnya berisi pengantar pembahasan, atau judul atau topik tentang mengapa pembahasan itu menarik untuk dibahas. Disini kita menceritakan tentang awal mula topik ini, tentu saja bercerita dengan gaya kepenulisan makalah, yakni bahasa baku. Perlu digarisbawahi, meskipun bercerita, bukan malah kita bebas menceritakan bahwa kepenulisan makalah ini karena tugas dari dosen yang killer. Yang diceritakan adalah hal-hal yang menjadi pengantar topik. Cara kepenulisannya biasanya piramida terbalik, yaitu dari umum ke khusus.

B. Rumusan Masalah. Berisi poin-poin pertanyaan. Jadi dari topik yang diangkat, serta latar belakang topik tadi kita spesifikan pembahasannya. Karenanya ada, beberapa kampus yang memilih diksinya dengan kata “Batasan Masalah”. Tapi, intinya tentang pertanyaan. Misal tentang: Pendidikan di Masyarakat. Jadi pertanyaannya bisa berupa, 1. Apa itu pendidikan? 2. Apa itu masyarakat? 3. Mengapa pendidikan penting di masyarakat?.

C. Tujuan, ini berisi tentang kenapa topik ini diangkat. Bocorannya, adalah jawaban dari rumusan pertanyaan di pembahasan sebelumnya, rumusan masalah. Karenanya, jumlah tujuannya sesuai dengan jumlah pertanyaan. Jadi; 1. Untuk mengetahui Pendidikan. 2. Untuk mengetahui masyarakat. 3. Untuk mengetahui pentingnya pendidikan di masyarakat. Ga susah, bukan? 🙂

Selanjutnya, Bab II. Bagian ini adalah bagian yang bisa saja lama selesainya. Karena kita membutuhkan buku-buku untuk dijadikan referensi. Apalagi jika refrensi tersebut tidak tersedia pdfnya di internet dan perpustakaan. Tentunya, kita perlu membelinya, berkerja dahulu jika tidak punya uang, merantau ke Luar Negeri. Brakk.

Bab II: Pembahasan. Pada bagian ini, sumber utamanya berada pada kutipan teori yang kita pilih. Lalu kita analisis.  Kemudian kita jelaskan dengan menggunakan bahasa yang baku. Bahasa yang formal, seperti kita sedang mengobrol dengan ayah si doi yang berkumis tebal. Tentunya perlu dibiasakan.

Pada pembahasan ini, jumlah poinnya tidak mengikuti jumlah poin pertanyaan, seperti pada bagian tujuan. Bisa lebih banyak. Intinya kita membahas agar tujuan itu bisa tercapai. Semisal, Memulai dengan pengertian pendidikan terlebih dahulu, poin selanjutnya sasaran dari pendidikan dan lainnya. Sekali lagi, pada pembahasan ini kita membutuhkan refrensi, teori dan analisa kita.

Bab III: Penutup. Berisi kesimpulan dan saran. Pada poin kesimpulan ini, hal yang kita bahas adalah jawaban dari masalah itu. Kita jelaskan secara ringkas jawaban dari poin-poin pertanyaan. Misalnya; Dari pembahasan di atas maka bisa kita simpulkan bahwa Pendidikan merupakan upaya bla bla bla dan seterusnya. Sementara masyarakat merupakan, bla, bla, blaa. Karenanya pendidikan itu sangat penting di masyarakat untuk, bla, bla. Boleh kalian tiru, bla, bla-nya itu di makalah kalian. 🙁

Saran, berisi tentang beberapa saran kalian. Aturan saran setiap kampus bisa saja tidak sama. Setiap dosen pun demikian. Ada yang menggunakan poin-poin, a, b, c. Ada yang menggunakan dengan paragraf. Kalian saranin aja. Tapi saran saya, jangan isi saran kalian dengan saran saya. Bisa gagal cumlaudenya.

Meski kita telah membahas bab III, ternyata hal itu tidak benar-benar menjadi penutup. Masih ada bagian lainnya, yaitu daftar rujukan, ada yang menggunakan daftar pustaka. Aturan kepenulisan setiap kampus tidak sama. Coba lah lihat, buku pedoman kepenulisan ilmiah di kampus kalian, jika ada.

Begitulah kiranya, tentang trik cerdas menyusun makalah. Trik ini saya beri nama trik cerdas, karena hanya kalian yang cerdas lah yang mampu memahaminya. Selamat mencoba dan jangan lupa, bernafas. 🙁

Comments to: Trik Cerdas Nyusun Makalah

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login

Selamat Datang Sahabat

Dapatkan kemudahan akses konten, dan fitur tambahan. Langsung saja daftar !
Gabung Narantau